Anak Kesayangan
Karya: Edo Riezky Bayu Pratama
Ini
adalah sebuah cerita yang terinspirasi dari kehidupan seorang anak, seorang
anak yang belajar dari sebuah kehidupan,dan kehidupan itu dimulai di sebuah
desa yang damai dan penuh dengan ketenangan,lahir seorang anak bernama Steven
haw, yang menghabiskan masa masa indahnya yaitu masa kecilnya di desa Banur, disana
banyak sekali orang yang menyayanginya dan melindunginya.
Sekian
tahun telah berlalu ayah steven berencana untuk mengajak keluarganya untuk meninggalkan
desa untuk merantau ke kota dan mencari kehidupan yang lebih baik,semua warga
desa dengan sedih harus mengucapkan selamat tinggal kepada Steven haw, anak
kecil yang selalu mereka sayangi, namun Steven kecil telah berjanji kepada
warga desa,bahwa ia akan kembali ke desa ini sebagai orang yang sukses.
Sesampainya
di kota Malang ayah Steven melamar pekerjaan dan ia mendapatkan pekerjaan layak
sebagai admin di salah satu perusahaan. Beberapa hari berlalu, pada suatu hari
ayah Steven mengajak steven kecil untuk pergi ke suatu tempat yang didalamnya
banyak sekali anak sebayanya lalu, si kecil Steven bertanya
“Tempat
apa ini yah? Mengapa banyak sekali anak kecil sepertiku? ”
Ayah Steven menjawab,
“ini adalah sekolah,Rumah keduamu,tempat untuk menuntut ilmu”
Steven
kecil dengan penuh rasa penasaran bertanya “Apa itu Ilmu? Untuk apa kita perlu
ilmu? Bukankah kebutuhan kita hanya makan minum dan tidur?”
Ayah
menjawab, “ilmu itu bukan benda yang bisa dilihat atau dirasakan seperti
makanan,bukan cairan yang menyegarkan seperti air, namun hal hal yang kamu
ketahui mengenai dunia ini, kalau kamu ingin sukses kamu harus giat menuntut
ilmu dan mendapatkan pekerjaan yang baik.”
Steven
kecil akhirnya pun mengerti dan ia berjanji akan belajar dengan giat demi untuk
meraih cita citanya
Hari
demi hari ia lewati,banyak kenangan indah yang terjadi di sekolah dasar
tersebut Steven merasa senang sekali bisa masuk dalam sekolah tersebut.6 tahun
berlalu, Steven akhirnya lulus dari sekolah tersebut dengan nilai yang
memuaskan, tiba saatnya untuk berpisah dengan teman dan gurunya, setiap kali ia
mengalami perpisahan ia selalu teringat kepada warga desa yang selalu menyayanginya.
Setelah
ia lulus ia bingung untuk menentukan pilihan selanjutnya, ke sekolah mana ia
akan melanjutkan jenjang pendidikannya, hatinya saling bentrok untuk menentukan
pilihan.Setelah ia berfikir sekian lama dan masuknya berbagai pertimbangan
akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke SMP yang dekat dengan rumahnya dan
gampang transportasinya, karena ia tidak ingin merepotkan orang tuanya.
Pilihannya
tidaklah salah, Steven bisa mengikuti pelajaran dengan baik di SMP tersebut dan
mendapatkan peringkat 10 besar dan yang lebih membanggakan, ia lulus dengan nilai
rata rata yang lumayan bagus
Setelah
ia lulus ia tidak lagi bingung menentukan pilihan,ia langsung memilih untuk
masuk ke SMK favorit, yang merupakan 5 besar SMK terbaik se Indonesia. Untuk
masuk ke SMK ini Steven belajar lebih giat dan berusaha keras, agar ia dapat
diterima di sekolah ini, karena sekolah ini menerapkan sistem tes, dan seleksi
yang sangat sulit.
Pada
hari minggu pagi ia bersiap untuk berangkat dan mengikuti tes, sebelum
berangkat ia tidak lupa untuk meminta restu kedua orangtuanya dan berdoa kepada
Allah supaya dimudahkan segala urusannya. Sesampainya ia di SMK itu ia bertemu
teman SMPnya yang bernama Peter
“Ter,
sedang apa kamu disini?”
Jawab
Steven “aku juga mengikuti tes ven,aku pingin masuk ke sekolah ini”
“wah,
akhirnya ada teman SMP yang pingin sekolah di sini juga, kamu ruang berapa
ter?”
Jawab Peter, “ruang 80 ven”
Bel
tanda dimulainya tes pun dimulai, masing masing siswa peserta tes diminta untuk
masuk ke ruangannya masing masing. Terlihat banyak sekali anak yang gelisah
pada saat pertama kali membuka soal yang berjumlah 200 tersebut. Namun Steven
haw hanya bisa berusaha dan berdoa supaya mendapatkan hasil yang optimal.
Setelah
3 jam mengerjakan soal Steven dan peserta lainnya pun pulang ke rumah masing
masing dan berdoa supaya bisa diterima di sekolah favorit tersebut karena kecil
sekali kemungkinan ia diterima di sekolah favorit tersebut, dari 3000 orang
pendaftar hanya 400 yang diterima.
Keesokan
harinya, Steven melihat pengumuman dan hasilnya sungguh mengejutkan, ia
diterima dan lolos seleksi untuk masuk ke sekolah tersebut.
“yee
aku diterima”
“selamat
ven semoga kamu bisa lulus seleksi”ujar orangtua Steven
“iya
yah Alhamdullilah aku bisa lolos” ujar Steven
“Tapi setelah kamu
masuk nanti kamu harus lebih giat dalam belajar, karena murid di SMK ini adalah
murid pilihan, kamu tidak boleh kalah dari mereka” ujar ayah Steven
“iya yah aku akan
belajar lebih giat dan menjadi orang yang sukses, lalu aku bisa kembali ke desa
dengan rasa bangga”
Di
sekolah ini Steven mendapatkan banyak sekali ilmu dan ia dapat menerimanya
dengan baik, al hasil ia lulus dan langsung diterima kerja di salah satu
perusahaan besar. Baru satu tahun bekerja ia langsung dipromosikan sebagai
direktur perusahaan cabang, dan dengan uang tabungannya ia dapat mendirikan
perusahaannya sendiri, setelah ia sukses ia tidak lupa akan janjinya, yaitu
kembali ke kampung halamannya.
Steven
haw dengan perasaan yang tidak menentu bersiap untuk mengunjungi kampung
halamannya hatinya penuh sekali dengan badai namun disertai pelangi. Ada rasa
haru dan bahagia di dalam hatinya. Setelah semua persiapan selesai akhirnya ia
pun berangkat ke kampung tempat ia dilahirkan.
Namun
pada saat ia sampai di kampung halamannya, tidak ada satupun orang yang
menyambutnya,ia menjadi sangat murung,dan sedih sekali, ia menangis di rumah
lamanya,tak lama kemudian datanglah orang orang desa yang membawa tumpeng untuk
menyambut Steven haw,ia sangat terharu dan bahagia orang orang desa memberi ia
kejutan yang mungkin tidak akan ia lupakan sampai tua nanti.
Demikian
cerita pendek saya tentang Stephen Haw, orang yang bahagia dengan keluarganya, orang
yang membahagiakan orang lain.
0 comments:
Post a Comment